Bad Mood

My day in Taiwan 3 Comments »

What is bad mood? in Mandarin we have ‘xinqing bu hao’, in Indonesian language i can’t find similar word except slank word, "bete". Perhaps can translated into "suasana hati yang tidak enak"? so long phrase just want to express "bad mood" in Bahasa.
Today in the morning as usual even not so often, full of motivation and spirit went to school to manage our small library. There are so many things that i have to do today and next days. I promised to myself to be more powerful and broadminded thinking to face my every second of time. Who want to encourage and motivate me?Remember, if there is nobody, there is Allah and myself. Start to motivate and encourage yourself by yourself at first.

As a prolog, i would tell something disturbed my feeling this day. Agghhhhhh!! The using of language is so important when you talk with somebody. InshaaAllah i am trying to do so. But how if somebody said some sarcastic things to you? i dont know why that time wondering have to kick and hit anything surround me in library.  O,ow..got emotionally for a while. Anyway if any disturbing things come to me, it might to be warned to a sensitive day…(back to bahasa) sepertinya sudah tiba PMS. Setelah makan, everything goes by. It is not my mood’s fault to get bad,should blame on this period of time, i think hehehe..

Ok, for this matter i could easily forget, it is no benefit for me. Yup, bad mood can be solved by eating hahahaha..i wont tell clearly what is going on, because i already forgot what was going on hehehe…as mentioned above only. That’s all.

Thanks to wo de xuemei he xuedi men..my juniors (adik2 kelas) who in library always make me happy..nimen dou hen ke’ai.

Maghrib hari itu

My day in Taiwan 2 Comments »

Kok sudah jarang tulis di blog lagi? Begitu komentar seorang teman kemarin. Hampir setiap hari saya menemui atau ngga mengalami sesuatu yang ingin langsung segera dituangkan ke blog. Dari isi materi kuliah sampai puisi tak berbobot, semua ingin langsung saya simpan dalam memori blog ini. Semester ini saya hanya mengambil dua mata kuliah, yang waktu kuliahnya cuma di hari selasa, dari pagi hingga sore menjelang magrib. Lalu, hari lain enak donk libur? kan kuliahnya cuma selasa tuh…Terbayang kalau kata-kata ini mungkin bisa diucapkan oleh adik-adik Erna di Jakarta. Justru alhamdulillah karena kuliah semua di hari selasa, jadi saya bisa menyibukkan dengan aktivitas lain di hari-hari non selasa. Oleh karena itu, saya sempatkan untuk menulis blog ini di luar hari selasa hehehe….kalau kebetulan ada kisah dan waktu, saya akan coba tulis kok ^ ^ .

Saya cerita kisah pendek saja ya. Kemarin ketika waktu magrib di mesjid besar Taipei, saya berkenalan dengan seorang muslimah, Sally namanya. Dia seorang Taiwan yang menikah dengan orang Pakistan selama delapan tahun. Namun, selama delapan tahun itu dia belum bershahadat walaupun sang suami pemeluk Islam. Saya rada takjub saja ketika dia menyebutkan bahwa ia baru bershahadat sekitar dua bulan yang lalu. It just because "feeling" katanya. Hidayah Tuhan datang dan hanya diberikan ke orang-orang tertentu yang Dia kehendaki. Ia sebenarnya menetap di Gaoxiong dengan suaminya, tapi karena orang tuanya sedang sakit, ia datang ke Taipei untuk menjenguknya selama sebulan lebih, dan berusaha untuk datang ke mesjid walaupun sekedar bertemu dengan saudari muslim lainnya. Dari sisi penampilan, Sally ingin seperti muslimah lainnya, menggunakan kerudungnya ke manapun dia pergi. Kemarin dia memakai kerudungnya dan terlihat kurang rapi (menurutnya), akhirnya saya coba ‘benahi’ sedikit dan mengajarinya (kayak eke bisa aja hihihi) memakai kerudung tanpa kerudung dalaman. Dia terlihat semangaaaaat sekali untuk bisa memakai jilbab dengan rapi. Tubuhnya yang jauh lebih besar dari saya tidak membuatnya merasa risih dengan penutup di kepalanya itu. Malah terlihat lebih cantik dan ‘ke’ai’. Dia ingin kerudung dalaman seperti yang saya pakai, karena ternyata itulah yang membuat kerudung fix di tempatnya sehingga rambut tidak mudah kelihatan keluar karena licinnya bahan kerudung. Minggu ini saya akan bertemu dengannya lagi inshaAllah membicarakan perihal kerudung itu tadi.
To Sally:
May Allah grants you strong iman and faith to follow your fitrah Deen. Amin.

Puisi Menjelang Tengah Hari

My day in Taiwan 2 Comments »

Ku merasa perut tiba-tiba perih
Mungkinkah karena dua hari
Aku tidak makan nasi
cuma makan mie
dan asupan roti
Alhamdulillah ku ingat pagi ini
sudah ku tanak nasi putih
tinggal menunggu selesai mandi
‘kan ku santap nasi itu dengan suka hati

Di kamar ku sedang sendiri
karena teman sekamar sudah keluar pergi
Ku tulis puisi siang hari
Jadi ingat lagu ‘nasib anak kos’ parodi Project P (projek pi–red)
~~~~~~~~~~~~~~

^ ^
e-RNA

This April

sahabat No Comments »

Bulan april, ya sekarang sudah April.
What’s up with April? Nothing special, just because i have some friends who born in April,and my bro’s birthday also in April so i’ll write down a blog of ‘this april’ theme.
Teringat waktu masih kelas satu SMA di tujuhpuluh bulungan, beberapa teman angkatan kami yang berulangtahun di bulan April, whose Aries, ‘diam-diam’ menggelar pesta ulang tahun bersama which named "Aries Party".
Kalo bicara ngelantur dikit boleh kan? (boleh downk).
Flashback (again): dulu itu klo ga salah ada sekitar duabelas orang yang mendanai acara pesta tersebut. Saya salah satu orang yang datang (bukan yang mendanai hehe). Lokasi pesta cukup dekat dari SMA, yaitu di gedung Dharmawangsa jalan mahakam..udah kayak ngadain pesta resepsi pernikahan aja yak. Kalo ngomong-ngomong soal jaman dulu, ada dari salah satu dari yang Aries itu adalah ‘cecepe mira’, hmmm..di manakah dia sekarang? masihkah dia seperti yg dulu? (jetle’s heyaaa..)Forget it!
Balik ke bulan April, every year in the beginning of April, there are some friends who celebrate their birthday. Who are they? hmmm..ada irisan antara April dan Aries? yup ada! Teman-teman gue banyak yang zodiac nya aries, yang pasti lahirnya kalo ga bulan Maret ya April. Tapi yang non Aries but born in April juga ada beberapa, ada Jet Li, my wushu trainer when high school, de el el..(loh apa hub nya ya)
Terus yang zodiac aries itu ada: my bro, my good partner when teaching mandarin,my classmates in UI, temen2 SD,SMP,SMA yg tidak bisa disebutin satu persatu hehe,adik kelas yang org malaysia di sini,my good friend, temen fitnes yg baru kenal dua bulan di jkt bbrp tahun lalu,wah masih banyak lagi..dari murid sampe guru, dari teman jauh sampe teman dekat,..
So, inti dari cerita ini apa?ga ada! kikikikikkk…cuma mau sharing aja bhw tiap tahun pas bulang april, diriku langsung peka, karena banyak teman2 baik di sekitar ku yg merayakan hari jadi-nya. Peka?kenapa? karena di antara mereka (mungkin seluruhnya) dou gei wo hen ’shenke’ de yinxiang..hao yinxiang, bu hao de yinxiang dou you :) …yang pasti, sebagian dari org2 dan tokoh2 ini pernah (dan mungkin akan selalu) mempengaruhi proses hidup Erna menjadi ERNA sekarang: cecepe-ku dulu,my idol–jetli,partner-ku,teman-teman sejatiku,my teachers, and nabi-ku–Al Mu’allim! :)
Segitu aja cerita ngelanturnya..(cerita ini tidak utk menyinggung siapa2, cuma utk menghilangkan kepekaan rutin tahunan doank hehehe)
Siapa lagi yang berulangtahun di bulan ini?atau, siapa lagi yang berzodiac Aries?

Lembayung Bali

Music 3 Comments »

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali

oleh: Saras Dewi

*untuk para sahabat erna dari masa kecil hingga sekarang, di manapun kalian berada, i love you all :)

Chinese Food or Indonesian Food?

Food and Drink 3 Comments »

What if chinese and indonesian food combined together on the same table? Can you recognize which food it is? aku bisa,hehe..What would you like to eat first?:-) As long as dou shi halal food, dou keyi! I would prefer to taste the chinese food first, because i am indonesian ;-)
On Wednesday i and Iin went to Ma laoshi jia in Yonghe for cooking indonesian food. Yea..Ma laoshi shi yi ge Taiwan lao mama..She is a very nice and kind woman.I often see her in mosque, but that day was our first time came to her house because of invitation. So long time i didnt touch garlic,onion,chilli,and other spices during in Taiwan for this second time, and that time i started to prove my cooking skill to Taiwanese hahaha..I and Iin just brought the ‘bumbu-bumbu’, so we can easily mixed with other ingredients such chicken and beef. The beef and the chicken are halal, Ma laoshi bought them in ‘pasar jumat’ of the mosque. We cooked four kinds indonesian dishes: Rawon,Opor,Tumis Kangkung,and Ayam Bali (niatnya ayam bali, tapi setelah dimasak malah seperti ayam rica-rica, itu juga garlic n onion-nya banyak yang masih utuh karena sulit ditumbuk halus hehehehe). Though Ayam Bali’s appearance was not perfect and far from its characteristic, but Ma Laoshi furthermore most liked its taste very much,so spicy and really delicious! :-D
After cooked our special foods, there was also a sister who joined us and took the chinese food part. I dont know what the food’s name is, but i saw her made it so simple and no need many ingredients like our foods. Indonesian food known for its hot spicy and rich taste with many bumbu and complicated ways to make. Syukur ada lumpang untuk numbuk bumbu, walaupun pakai ulekan lebih maksimal hasilnya, at least we did it..yeah! From this picture maybe you can differentiate and see which one indonesian food is.. :-D
After lunch together, we talked, shared and read some duas. She was a chinese teacher in a school for twenty more years, and had been retired for eight years. By the time she retired, she spends much time for learning Quran and Arabic in mosque and even at home by listening some cassettes. Well, there is no age limit for studying and seeking knowledge, it is a whole life learning. Salut sama semangat belajarnya! Setelah ashar, kita makan dumplings goreng alias ‘guotie’ sapi, plus minum yoghurt enak. Jadi ingin masak lagi :-(
Alhamdulillah i could ate indonesian food in chinese new year holiday, oh opor ayam, oh rawon, oh cah kangkung, oh ayam rica-rica eh ayam bali..At first, Iin was the chef and i became her assistant, namun selama masak, kita sering mengambil alih tugas masing-masing haha..spontaneous. We cooperated together that time. Sudah sampai sini dulu bicara tentang makanannya,semoga ada kesempatan bisa masak lagi di manapun kapanpun dan yang terpenting harus ‘qingzhen’. ;) Bravo masakan indonesia!

Img_4285 ini dia foto nya..

I really want to

sahabat 1 Comment »

Baru beberapa jam lalu aku menerima telpon dari sahabat di Jakarta. Ia sedang bersama sahabat
kami yang satu lagi dan seorang teman muslim asal Canada. Mereka sedang di Pati Unus katanya makan bakso rasa keju (huah!!*emosi naik*). Terus dengar dari sahabat yang satu, ia bilang ingin ke negeri sakura dalam waktu dekat (huah!!*emosi naik lagi*). Do you know that i really want to go there for a long time but still have no chance to go? Yup, aku selama ini berharap bisa ke Jepang dan sudah lama ingin ke sana sejak punya teman-teman baik asal Jepang yang kukenal sekitar tahun 2002-2003 di Taiwan. You guys just made me jealous!!!! The bakso, the warmth of being together when we were in Taipei half year ago, and the japan news. Ketika sedang bicara di telpon, hanya aku sendiri yang di kamar, suaraku menggaung ke seluruh ruangan hehehe…syukur hanya sendiri jadi bisa tertawa dan berteriak sepenuh hati berbicara di telpon dengan sahabat-sahabat nongkrong last summer in Taipei.
I really want to be there…….with you guys…..with new Erna………hiks hiks…then we have new picture of us :-) (*angan-angan yang telah melayang*)
Meskipun kalian saat itu sedang bersama, tapi aku bisa ‘ngerasain’ that i was there too :) ..even if i couldnt taste or imagine how DELICIOUS the cheese-bakso is :-(
I am very happy to hear your voices!! thanks kawan for calling and giving me surprise when i was trying hard thinking my papers. Hope we all can meet together again, as ‘empat sekawan’ like when we were in Gugong Museum last summer..Insha Allah.
Sukses untuk kalian semua!!

Sedikit saja…(pasang lagi)

My day in Taiwan 1 Comment »

Sedikit saja tambahan dari kisah yang menggantung sebelumnya :)

Jauh hari sebelum sang roommate pulang terhuyung-huyung dari pub, keduanya pernah mengajak aku (meskipun dengan nada bercanda) ikutan di acara ladies night yang 100 NT itu. Mereka bilang, ada disediakan orange juice juga, dan menyarankanku untuk minum itu saja kalau pergi. Mereka lucu, menyarankan seperti itu untuk kepentingan bersama jika ternyata mabuk dan tidak berdaya pulang, maka hanya aku yang bisa diandalkan untuk mengantar mereka pulang ke dorm hahaha.."Erna, kamu kan ga boleh minum alkohol, minum orange juice aja, dan pas pulang nanti kamu bisa antar & membopong kami pulang hehehe"…Aku pun ikut tertawa bersama mereka dan membayangkan apabila hal itu kulakukan….

Itulah sekelumit obrolanku dengan para roommate sekamar selama ini. Semoga obrolan itu tidak terulang lagi di waktu berikutnya.

Sedikit saja…

My day in Taiwan 2 Comments »

Aku dan seorang teman Indonesia yang bermain ke Taibei berniat ingin pergi ke Zhengda sesaat lagi. Ketika itu, salah seorang roomate-ku datang. Aku sudah rapi dengan kerudung putih pembelian ibu yang dititipkan ke teman yang sempat datang ke Jakarta selama enam hari. "Erna, nanti malam mau ikut ke pub, ngga?". Roomate ku yang satu itu cukup sering mengajakku untuk pergi ke tempat yang bisa minum anggur sepuasnya dengan harga 100 NT. Iya, kalau ladies night memang murah katanya. Aku ketawa kecil sambil membalas ucapannya bahwa aku ada janji malam itu. Dia pun sebenarnya tahu kalau aku tidak boleh meminum alkohol, tapi selalu saja dengan tingkah dan cara bicaranya yang lucu membujuk ku untuk minum walaupun sedikit saja..sambil mempromosikan bahwa setelah meminumnya akan timbul rasa bla..bla..bla…

Aku selalu tersenyum jika dia menawarkan hal-hal semacam itu. Dia pun berkomentar sayang sekali aku tidak boleh minum padahal itu bla…bla…bla…

Lalu, aku dan temanku segera beranjak pergi ke Zhengda setelah pamit sama si roomate untuk makan malam di sana. Setelahnya, kami ke Shida bertemu dengan teman-teman yang lain. Sudah pukul 11 lebih, kami pun balik pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di kamar asrama, tidak ada siapa-siapa, padahal sudah larut malam, ke manakah tiga roomate ku yang lain. Tiba-tiba teringat salah satu roomateku itu ke pub..oalaaa…pasti pulang malam. Pukul 1 lebih, dua orang roomateku pulang. Yang satu terhuyung-huyung, sambil bicara tidak jelas, yang satu dengan pipi memerah dengan kondisi stabil menopangnya. Aku lumayan kaget dengan pemandangan adegan itu. Si pipi merah menjelaskan apa yang terjadi selama mereka pergi ke pub, yang satu ke toilet ingin muntah katanya.Raut mukaku waktu itu campur aduk, antara geleng-geleng, mengerutkan dahi serius mendengarkan obrolan pipi merah. Mereka hanya pergi berdua saja ternyata. Teman yang terhuyung-huyung tadi langsung naik ke kasur dan tidur. Si pipi merah sempat mengguyur rambut karena bau asap rokok, setelah itu ia pun pergi tidur juga. *geleng-geleng*…sambil meneruskan kegiatanku di meja komputer.

Latihan golok

My day in Taiwan No Comments »

Minggu pagi, bangun pagi, sarapan dua lembar roti tawar nonton tivi. Langit cerah, saatnya berlatih di balkon luar. Melatih dan mengulang jurus yang diajarkan teman sekelasku asal Amerika, Jeff. Tanggal 13 Desember nanti akan ada pertunjukan pentas budaya mahasiswa baru dan tingkat dua. Lagi-lagi aku gabung di kelompok kungfu seperti tahun sebelumnya. Modalku satu-satunya tanpa perlu pikir panjang. Selain grup kungfu, ada grup nyanyi, tari, lawak, tanya jawab teka-teki, atraksi budaya mancanegara, drama, seksi backstage, lighting, perlengkapan, dll. Walaupun dulu pernah menari ketika kelas 1-3 SD (jaman dulu bgt)—-flashback ceritanya—-, itu tak menjamin daku pandai menari untuk sekarang. Oleh karena menari menurutku tak berguna ketika berkelahi melawan anak tetangga (teman seperjuangan main kelereng,gambaran,dampu,dll), daku lalu berpikir untuk ikutan klub beladiri semacam karate seperti anak laki-laki tetangga sebelah. Merengek ke ortu minta daftarin karate, tapi entah kenapa waktu itu ngga jadi, mungkin Tuhan berkehendak daku harus serius mempersiapkan EBTANAS dulu kali (terlalu awal kalee hihihi..). Akhirnya ambisi itu terwujud, SMP kelas satu ku bulatkan tekad masuk ekskul beladiri. Kebanyakan SMP teman-temanku ada karate, taekwondo, pencak silat, tapi di SMP ku justru cuma ada kungfu (sekarang sasana itu berubah jadi wushu). Begitulah awal daku tertarik dengan wushu, Jet Li, lalu merembet tertarik kepada budaya Cina. Well, ini cuma sekelumit cerita tentang jaman dulu-ku. (selesai flashback-nya).

Dua hari lalu rehearsal di kampus sekaligus dapat jurus baru untuk tampil mandiri. Golok–senjata yang kugunakan–kubawa pulang ke asrama. Kemarin tak sempat latihan sendiri, karena hujan seharian, balkon basah kuyup, badanku juga pegal-pegal akibat rehearsal berulang-ulang itu. Nah, minggu pagi ini kusempatkan berlatih 30 menit. Ternyata lantai balkon licin, berlumut, latihan tak maksimal. Aku cukup mengingat-ingat gerakan-gerakan dan teknik golok saja. Huaaaa….dulu waktu wushu ga pernah main golok, sekarang dalam waktu 2-3 minggu harus bisa menguasai seluruh teknik and bertarung melawan Jeff yang akan pakai toya (pertarungan terencana sih). Kita lihat saja nanti, hiks hiks hiks…tangan kanan kepentog gagang golok melulu, kaki kanan juga keselea-keseleo @_@…Semua butuh pengorbanan. Letih dan capek, badan keringatan, sehat jadinya hehehehe..JIAYOU!!!!!!!!!


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in