Pergi ke Taoyuan (1)

My day in Taiwan No Comments »

Minggu, 25 Juni 2006 pukul 11 siang waktu Taibei (eh ternyata kemarin tepat ulangtahun Burhan-adikku yang ketiga-loh), aku sampai di mesjid kecil (Culture Mosque), letaknya tidak jauh dari kos-ku. Di situ sudah ada Bpk.Pangkuh yang sedang menyantap bubur kacang hijau, Beliaulah yang akan mengajak kami ke Taoyuan siang itu, sebuah county yang cukup besar di sebelah barat kota Taibei. Sambil menunggu Mba Zulle, kami berbincang-bincang dengan rekan-rekan dan mbak-mbak yang juga sedang menyantap hidangan. Aku tidak makan, karena sebelum berangkat sudah sarapan Milo. Tak lama kemudian, datang Mba Zulle dengan senyum khasnya. Aku dan dia cukup antusias sekali ingin pergi ke Taoyuan. Ada apa di Taoyuan hari itu? Pak Pangkuh sebelumnya pernah bilang, hari itu akan ada lomba karaoke, pesertanya adalah orang-orang Indonesia yang kebanyakan bekerja di Taiwan. Aku hampir ikutan loh hehe..tapi masih belum siap, karena belum latihan di ktv (..alasan:p).

Aku senang sekali bisa ke Taoyuan, karena selama di sini belum pernah jalan-jalan ke sana (mba zulle bilang aku sudah pernah ke taoyuan, wong bandara kan ada di taoyuan katanya hihi..). Oya, county ini dengar-dengar komunitas orang Indonesianya lebih terasa dibandingkan di Taibei. Di Taoyuan banyak pabrik, dan sebagian tenaga kerja asal Indonesia di sana bekerja sebagai buruh pabrik.

Sekitar pukul 11.30 ada seorang teman Taiwan datang ke lantai basement tempat kami bercakap-cakap. Aku seperti mengenalnya, dan benar, ternyata dia adalah Mustafa (nama Arabnya, Fengyao adalah nama Chinese-nya). Entah ada angin apa yang membawa ia ke mesjid kecil, tapi aku yakin pasti berhubungan dengan thesis yang sedang dia kerjakan sekarang. Fengyao adalah mahasiswa pascasarjana jurusan Keagamaan di kampus yang sama dengan Agustin. Kini sedang berusaha menyelesaikan thesisnya yang berkaitan dengan kehidupan orang Indonesia Muslim di Taiwan. Dia cukup kaget juga melihat aku ada di situ haha..maklum aku dan dia jarang ketemu, dan kalaupun pernah ketemu itupun seringnya di acara-acara yang bertajuk Islam. Mbak-mbak menyambutnya ramah, dan memberikan semangkuk bubur kacang hijau untuk dia. Aku, Mba Zulle dan Pak Pangkuh siap-siap pergi meninggalkan mesjid menuju Taoyuan. Fengyao mendengar kami akan ke Taoyuan, tanpa ditanya langsung mengajukan diri untuk ikut bersama kami. Buburnya hanya termakan beberapa suap saja, kemudian kami pun langsung berangkat dengan mengucapkan salam terlebih dahulu untuk rekan-rekan yang masih asyik makan dan berbincang-bincang.

Dari sinilah pengalaman pergi ke Taoyuan dimulai.

Kesan singkat

My day in Taiwan No Comments »

Kedatangan kali kedua-ku di Taiwan ini benar-benar beda dengan yang kali pertama waktu beberapa tahun sebelumnya. Kali ini, frekuensi aku bertemu dengan orang Indonesia lebih sering, baik dengan teman-teman yang menuntut ilmu maupun dengan teman-teman yang bekerja di sini. Mungkin karena lokasi kampus dan kos-ku yang strategis berada di antara mesjid kecil dengan mesjid besar hehe..Tapi aku tahu itu semua sudah ada yang mengatur. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, dan apa yang sudah ku lalui selama tepat sepuluh bulan di sini telah membuka kesadaranku untuk lebih mengenal sisi lain kehidupan di luar sebagai orang Indonesia yang menuntut ilmu di Taiwan.


Kalau dulu, segala sesuatu yang ku lihat dan ku lalui adalah segala sesuatu yang baru. Kini, segala sesuatu yang ku lihat walaupun tidak lagi baru, namun aku menemukan sesuatu yang berbeda. Lingkungan yang beda, serta kawan yang beda pula (’beda’ tidak sama dengan ‘baru’ loh :)). Itulah yang menjadikan kehidupan menuntut ilmu ku kali ini lebih berwarna. Dan semoga apa-apa yang telah mewarnai hidupku ini tidak pudar dengan berlalunya masa.

“My Dream”

Music No Comments »
我的夢想
閃耀著彩色的光
張開翅膀
飛到想去的地方

我的夢想
伴隨笑容而堅強
大聲的歌唱
飄過遼闊的海洋

這世界充滿了想像
乘著音符一起飛翔
經過所有快樂悲傷
謝謝你陪在我身旁
快樂是我的能量
點亮自己的光芒
想唱就唱 唱得響亮
不怕風雨的阻擋

快樂是我的能量
點亮自己的光芒
每一個期待的目光
都在見證我成長 唱得響亮


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in