My Beloved TCSL Teacher
Uncategorized February 25th, 2006Ada enam profesor (utama) yang mengabdi alias mengajar di program magister TCSL (Teaching Chinese as Second Language). Metode mengajar mereka punya kekhasan masing2. Dengan bangga kukenalkan satu persatu… (senyum)
Satu, sang ketua jurusan : materi kuliahnya berhubungan dengan media komputer sebagai sarana pembelajaran bahasa Mandarin. Semester ini mengajar Research Methodology. Beliau sering mengajar kelas di siang hari jam-jam bobo siang. Usianya terbilang masih muda, tampan (banyak orang yang bilang), tegap berwibawa, murah senyum, humoris (jika di kelas), kuliahnya sering delay beberapa menit, selesai kuliah pun begitu. Wawasan dan pengetahuan tentang ilmu komputernya luas, kalau sudah menjelaskan bisa sangat mendetail, membuat kita sekelas mengangguk-angguk kemudian tanpa sadar mengangguk lebih lama—lelap tertidur.
Dua, profesor usia separuh baya: laki-laki, tokoh linguistik terkenal, mengajar bidang linguistik terutama menyangkut tata bahasa Mandarin (gurunya guru tata bahasa). Rendah hati, ramah, open-minded person, daya analisanya tajam, ucapannya selalu singkat namun padat, lafal bahasanya jelas, jam kuliah selalu on time baik saat mulai maupun pas selesai (kalo bel bunyi, n ngga ada yg diomongin lagi lsg stop). Menyukai sesuatu yang baru (kalau ada topik makalah yg baru n menarik perhatiannya, pasti dapat nilai tinggi). Kuliahnya bikin anak-anak terbengong-bengong karena ngga tahu apa yang lagi diomongin. Blank abis. Soalnya ilmu tata bahasanya jauh di atas kita-kita yang masih polos :p (kayak katak dlm tempurung klo lg pelajarannya hehehe..bengooooong..dalam hati cuma berkata "ooooo, gitu ya").
Tiga, dosen wanita, usianya mendekati pensiun (mungkin sudah masa pensiun, tapi belum ada dosen lain yang bisa menggantikan ilmu fonologinya). Mengajar fonologi dan yang berhubungan dengan speaking method. On-time also, fisiknya kuat loh, seperti dosen tata bahasa tadi, coz mereka semua mengajar kuliah di jam sarapan. Pagi-pagi dengan senyumnya yang segar menyapa kami memulai kuliah phonetic teaching practiccum (bener gak inggrisnya?pokoknya mirip2 itu deh). Jiayou! wahai anak muda! fisik kalian jangan kalah sama yang dosen-dosen senior ini! (menyemangati diri sendiri). Kuliah beliau ini suka bikin mahasiswa Taiwan sendiri canggung dengan lafal bahasa mandarin mereka yang kurang baku, karena tuntutan lafal harus seperti orang Cina daratan (contohnya kayak kalau orang amerika dituntut kuliah dengan bicara logat inggris gitu, rada aneh, but have to). Tentang tugas-tugas kuliah ini, aku seringkali menyelesaikan pas dekat dateline, ngga tahu kenapa sering begini..huaaa!! (sedih mikirinnya, tapi maklum kemampuan sendiri)
Empat, dosen wanita, usia terbilang masih muda (dibanding dosen sebelumnya):Materi pengajarannya tentang metode pengajaran dan penyusunan buku pengajaran mandarin, dll yang masih menyangkut teknik & bahan pengajaran bahasa. Kuliah beliau padat, banyak tugas, aktif. Dermawan nilai (semester lalu nilai kita sekelas bagus-bagus). Pernah traktir pizza sekelas di hari akhir kuliah semester lalu. Mengajar materi terkadang suka bikin kita bingung, karena yang disampaikan minggu lalu dengan minggu sekarang suka beda-beda. Bagai air di daun talas (yuhuu..peribahasa lagi.Norak ya..:p).
Lima, dosen wanita, muda juga : baru dapat kuliahnya di semester ini, jadi ngga ada banyak komen tentang beliau, anyway menurut hasil investigasi dengan kakak kelas, dosen ini baik. Kesanku, lafal bahasanya seperti orang taiwan pada umumnya, kurang begitu baku maksudnya (maafkan daku, bu dosen, tapi itu kenyataan). Mengajar teaching practiccum. Kuliah beliau mengajar bagaimana kita praktek mengajar (hhii….repetition-nya agak ngebingungin ya). Bener-bener mengajar loh (murid sample yang kita ajar yaitu suaminya yang orang amrik).
Enam, dosen laki-laki, muda : belum pernah dapat kuliahnya, so no comment. Tapi bulan Maret or April mendatang akan mengganti dosen tata bahasa mengajar beberapa pertemuan aja, coz profesor tata bahasa lagi ada urusan.