Kelas malam
Uncategorized February 23rd, 2006Rabu, 22 Februari 2006
Malam.18.30.Pertama kali di Taiwan mengikuti kuliah malam. Kuliah ini diluar mata kuliah jurusanku. Ketua jurusan kami yang menyarankan agar mahasiswa asing wajib ambil kelas ini. Yup. Kelas bahasa. Selain membantu siswa untuk menguasai bahasa Mandarin lebih baik lagi, kuliah ini diharapkan dapat membantu kami ketika menulis makalah (n jg thesis) selama mengikuti kuliah jurusan.Siswanya foreign students, dan semuanya adalah teman seangkatan satu jurusan.
Ada yang menarik ketika pertama kali mengikuti kelas bahasa ini. Guru kami, wanita, berusia diatas 35, namun masih terlihat seperti usia menjelang 30 (awet muda maksudnya). Materi pelajaran bahasa untuk kami berbeda dengan materi di kelas pusat bahasa lain yang juga ada di kampus ini. Kami akan banyak mempelajari bahasa klasik dan resmi, serta menghafal idiom-idiom Cina sebagai pekerjaan rumah. Terbayang di depan mata, kuliah seperti ini menarik namun juga perlu ketekunan maksimal.
Di tengah pengajaran, sang guru menyelingi sebuah pertanyaan unik. "Kau lebih suka menjadi matahari atau bulan?" Menurutnya, jawaban seseorang akan pertanyaan itu dapat mencerminkan atau setidaknya memperlihatkan karakter orang tersebut.
Aku sempat menjawab, karena ia hanya menanyakan ini ke aku, tidak ke setiap siswa. Jawabanku adalah : "matahari". Singkat cerita, sang guru memprioritaskan "bulan" sebagai jawaban yang ideal dengan berbagai alasannya. Aku memikirkan penjelasannya. Lumayan mencirikan sifat manusia semestinya dan pada umumnya. Hmm…dari jawaban sang guru itu aku juga sedikit mengira-ngira karakteristik beliau..Hehehe..Walaupun dari uraiannya, ia kurang menerima jawaban "matahari".
Kenapa ia pilih bulan? kenapa aku pilih matahari?
Just let you think about it..okay..:) I’ve my own opinion and character.
April 6th, 2006 at 9:18 pm
Aku memilih matahari juga, itu karena mungkin kita ini sama sama leo, yang mempunyai hati yang besar untuk menyinari dan memberi energi kepada mahkluk dimuka bumi ini. Kalau bulan itu pembawaannya adem dan damai kali ya, tapi kita ini provider lho. ya ga na. hehehehe
April 7th, 2006 at 2:42 am
Thx comment nya, mas Ervan. Iya, bulan kan bisa terang karena kena sinar dari matahari, walaupun terang benderang, tapi sinarnya dari matahari hehe..(provider tadi)
Menurut guruku,kalau kita seperti bulan,berarti kita memberi keteduhan bagi orang lain,kita masih bisa melihat bintang2,dan orang lain pun bisa melihat keindahan nya secara langsung; kalau matahari,orang ngga bs secara langsung melihatnya bhkn bisa ngerusak mata org yg melihat hehe..anyway itu artinya kan low profile..hihi..ga perlu bisa dilihat tp bisa dirasakan manfaatnya :p